DIAM AKU KALAH, BERGERAK AKU MENANG

Abad 21 Masehi, tidak dapat dipungkiri telah ditumpuki jutaan lembaran sejarah manusia dengan warna ragam polah tingkahnya. Bumi telah makin renta, dipenuhi oleh permasalahan-permasalahan kemanusiaan, berbagai krisis dan malapetaka, sejak zaman Nabi Adam alaihissalam hingga kini. Pada era ini, cengkeraman kuat kapitalisme menjepit kesejahteraan umat manusia, menyesakkan nafas kehidupan dan meluluhlantakkan pondasi dunia. Petaka ekonomi, sosial, politik atau lingkungan tiada henti terjadi, seakan tragedi telah menjadi konsumsi sehari-hari.
Aqidah kapitalisme yang diyakini oleh sebagian besar manusia saat ini mampu membawa kearah kemajuan dan kebahagiaan, nyata-nyata justru menjerumuskan manusia dalam kehidupan yang mengacaukan fitrah kehidupan, menggoncangkan jiwa dan menyesatkan akal sehat manusia. Rusaknya pranata sosial terkecil dalam keluarga dengan kedurhakaan anak pada orang tua, legalisasi aturan yang jelas-jelas haram secara syariat, maraknya fitnah-fitnah, pembunuhan, kemaksiatan, mengguritanya penindasan si kaya atas yang miskin, kedzaliman penguasa, bencana alam yang datang bertubi-tubi, dan pertikaian yang tiada henti, adalah bukti bobroknya ideologi ini.
Kita telah melihat sendiri berbagai permasalahan telah menimpa umat muslim sampai sekarang. Melihat kondisi semacam ini kita hanya berdiam diri tampa melakukan sesuatu. Pastinya tidakkan! Tetapi pastinya kita yang memiliki wawasan pasti akan melakukan perubahan menuju kebangkitan umat yang hakiki.
Sekarang yang menjadi pertanyaan seperti apa kebangkitan yang hakiki tersebut?
Kebangkitan hakiki haruslah berlandasan aqidah yang benar, sedangkan benar tidaknya aqidah dapat dinilai dari 3 kriteria yakni: memuaskan akal sehat, menenteramkan jiwa dan sesuai dengan fitrah manusia.
Dari sekian banyak konsep tentang kehidupan yang muncul selama perjalanan sejarah, ternyata sampai pada kategori pemikiran menyeluruh (aqidah) yang mampu membangkitkan manusia (dalam arti meningkatkan kreativitas untuk memecahkan problema) hanya 3 macam yakni aqidah sekulerisme, komunisme dam Islam. Dan diantara ketiganya, hanya Islamlah yang bukan bersumber dari rekaan manusia, melainkan dari wahyu Allah SWT. Serta hanya islam yang lahir dari aqidah yang benar dapat memuaskan akal sehat, mementramkan jiwa serta sesuai dengan fitrah manusia.
Sekarang kita adalah seseorang pemuda muslim yang dimata umat dan masyarakat umumnya adalah agen perubah (agent of change) jika masyarakat terkukung oleh tirani kezaliman dan kebodohan. Pemuda juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak para pemuda.
Peran pemuda Islam sangat diharapkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang bersumber dari kapitalisme-sekularisme di negara ini. Pemuda islam harus bersikap kritis terhadap permasalahan yang ada. Pemuda Islam harus membuktikan bahwa sistem sekarang yang dianut adalah sistem yang salah. Selajutnya, pemuda Islam memberikan penyadaran pada masyarakat bahwa kehidupan sekarang di dasarkan pada sistem kufur (kapitalisme-sekularisme) dan mengantinya hanya dengan sistem Islam yang kaffah. Serta, jangan sampai pemuda islam menganut aqidah kapitalisme yang justru menjerumuskan umat kejurang yang lebih dalam lagi.
Ketingian berfikir harus dimiliki oleh seorang pemuda islam. Dengan demikian, pemuda Islam mampu berdakwah menyerukan islam sebagai satu-satunya solusi dari berbagai permasalahan hidup selama ini. Ketinggian berfikir dengan landasan aqidah yang kuat menjadikan seorang pemuda islam memiliki ideologi islam. Selanjutnya pemuda islam mampu mengerakkan masyarakat dengan landasan berfikir tersebut untuk mengantikan sistem kufur yang dilaksanakan saat ini dengan sistem islam dalam naungan sebuah daulah khilafah Islamiyah.
Sekarang masihkah kita berpikir untuk berdiam diri dari gubangan lumpur maksiat ini. Bagi saya maupun teman-teman semua seharusnya dengan kesadaran diri yang kokoh akan mendukung secara aktif perjuangan penegakan syariat islam dalam bingkai daulah Khilafah Islamiyah. Maka wahai sang revolter tangguh, para militant Allah mari kita berlomba untuk menjadi seorang muslim Kaffah yang sejati dan Ideologis yang siap memperjuangkan syariat Islam dan Khilafah. Kita saat ini adalah sang pemimpin dan mutiara umat, tanyakan pada diri kita, siapkah jiwa ini menempuh jalan kepayahan? Siapkan diri kita kawan ! pilihan hidup ada ditangan kita, apakah kita memilih jalan perjuangan atau membuang hidayah dari genggaman. Your Life Is Your choice ……
By Ehend…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s