TOLONG!! AKU SAKIT.

Sakit adalah sebuah makna dimana kondisi tidak dalam keadaan normal. Sebagai contoh disaat penulis merasakan ketidak normalan pada organ tubuh seperti badan panas, kepala pusing, badan lemas, hidung miler ditambah batuk-batuk lagi. Sehingga akan berakibat pada “kesejahteraan” hidup kita seperti beribadah saja sangat tidak nyaman dan kadang tidak khusu’ karena menahan sakit. Jangankan untuk berktivitas untuk makan saja serasa tidak nafsu, bahasa banjarnya tu hakun balapar.
Orang yang sakit pasti menginginkan sembuh, tidak ada yang mau sakit baumuran (iya ngak). Langkah awal adalah mengganalisa atau memeriksa kepada ahlinya untuk mengetahui jenis penyakit apa yang diderita. Setelah diperiksa baru dikasih obat yang benar untuk mengatasi penyakit tersebut.
Kayanya sudah cukup saya bercerita tertait penyakit dalam tubuh manusia. Kenapa? Karena ada sebuah penyakit yang paling berbahaya yang ada di dunia ini.
Simaklah di Indonesia yang memiliki sumberdaya alam yang luar biasa. Hutan, pertanian, hasil laut dan barang tambang semuanya di Indonesia memiliki itu. Sampai-sampai zaman dulu negeri kita ini disebut sebagai zamrud khatulistiwa.
Indonesia yang sangat luas dan memiliki banyak sumber daya alam sangat lah eronis ternyata tidak sesuai dengan keadaan masyarakatnya. Bisa kita lihat dalam tataran dilapangan secara nyata masih banyaknya masyarakat yang masih tergolong miskin. Dari pemerintah yang katanya kemiskinan menurun dan tinggal 13,3% atau sekitar 31,9 juta jiwa rasanya sangat ironis. Pemerintah mengangap batas kemiskinan adalah orang yang mempunyai penghasilan Rp 211,726 peer kappita perbulan. Asumsinya setiap jiwa bisa memenuhi kebutuhan pokoknya sebesar Rp 5.500,- perhari. Sisanya untuk kebutuhan lainnya. Pertanyaannya dengan konsumsi sebesar Rp 5.500,- perhari maka bagaimana dengan kondisi rakyat miskin tersebut hari ini? Makanan jenis apa yang mampu dikonsumsi oleh rakyat pada level ini? Seberapa lama mereka akan bertahan hidup? Apalagi belakangan harga beras melambung tinggi, demikian juga dengan cabai dn nanti akan disusul harga bahan bakar minyak (BBM).
Akibat kemiskinan ini pun sudah sangat banyak memakan korban. Seperti contoh saja di desa jebol kec. Mayong Kab. Jepara ada 6 orang yang meninggal akibat tidak bisa membali beras sehingga harus mengonsumsi tiwul (makanan dari singkong). Selain itu juga akibat himpitan kemiskinan mereka malah menghabisi diri mereka sendiri dengan melakukan cara-cara bunuh diri. Seperti yang terjadi pada khoir umi latifah (25) memiih mengkhiri hidupnya bersama dengan dua anaknya dengan cara membakar diri. Basyir (11) memilih gantung diri di warung orang tuanya. Itu sebagian kecil yang terlihat belum lagi datangnya penyakit-penyakit aneh akibat kekurangan asupan gizi dierbagai daerah Indonesia.
Kalau mau jujur, jumlah rakyat miskin tak banyak berubah. Angka pemerintah menyatakan seperti itu. Jumlah penerima jaminan kesehatan mayarakat (jamkesmas) sebanyak 76,4 juta kepala keluarga atau sekitar 77 juta jiwa. Angka ini hampir sama dengan Perkiraan Bank Dunia bahwa jumlah rakyat miskin di indonesia mencapai sekitar 100 juta jiwa dengan standar penghasilan 2 dolar AS perhari.
Ditegah himpitan kemiskinan yang demikian parah, ditambah lagi kondisi moral masyarakt yang semakin bejat. Belanja akses situs porno dari Indonesia ternyata mencapai US$ 3.673 perdetik atau setara dengan Rp 33 juta lebih setiap detiknya. Indonesia termasuk salah satu negara terbesar di dunia yang mengakses situs porno. Yang menyedihkan, para pengakses situs porno adalah anak-anak remaja yang masih berstatus masih duduk dibangku sekolah. Sebanyak 97,2% siswa SMU diperkirakan pernah mengakses situs esek-esek ini. Tak heran ada temuan survei bahwa 62,1% siswa mangaku pernah melakukan hubungan seks dan 21,2 % pernah melakukan aborsi. Mereka mengaku terbiasa mengakses situs porno lewat internet. UU Pornografi pun ompong-tak punya gigi.
Moral bobrok ini pun menjalar ke para birokrat negara, korupsi merajalela bak jamur dimusim hujan. Sebanyak 148 bupati/walikota dan 17 gubernur menjadi tersangka korupsi. Program pemerintah untuk memberantas korupsi tidak terbukti. Uang rakyat pun menjadi rebutan para birokrat pemerintah. Selain itu pranata hukum sangat mandul. Skandal Bank Century yang merugikan negara hampir Rp 6,7 triliun tak jelas lagi. Demikian juga dengan kasus rekening gendut para jendral polisi terhenti. Bandar narkoba besar di Jakarta dibebaskan tanpa proses hukum, sementara mbah minah harus duduk di meja hijau hanya karena mengambil tiga buah coklat. Gayus yang ditahan bisa keluar masuk penjara sebanyak 68 kali, sementara orang yang dikira teroris dittembak mati oleh densus 88. Keadilan hanya impian tanpa kenyataan. Sudah rahasia umum, hukum tergantung uang.
Sementara itu kekayaan alam diserahkan ke pihak asing. Data Walhi 2008, menyebut 84% produk migas yang dimiliki Indonesia dikuasai asing, sementara sisanya yang kebanyakan adalah sumur tua dikelola PT pertamina (Persero). Bahkan sampai ada perjanjian bagi hasil dengan pihak asing yang tidak memberi bagian sama sekali Indonesia. Belakangan pemerintah malah mau menjual perusahaan negara yang menguasai hajat hidup orang banyak kepada asing. Padahal perusahaan itu terbukti sangat sehat dan selama ini mampu menyumbangkan pendapatan bagi negara, kok dijual? Usut punya usut, ini adalah perintah IMF.
Indonesia yang mayoritas muslim ini pun ternyata adalah tempat yang subur terhadap aliran-aliran sesat dan pemurtadan. Ahmadiyah yang jelas mengerogoti aqidah umat malah dibiarkan berkembang. Demikian pula aliran sesat muncul silih berganti karena negara tak peduli dengan akidah umatnya.
Berarti kita dalam keadaan sakit dong ?? masa sch?? Terus obatnya apa dong??
Sebelum kita mengasih obatnya kita analisa dulu akar masalahnya apa? Ok!
Kita tau bahwa alam semesta, kehidupan dan manusia tidak ada dengan sendirinya tapi melalui proses penciptaan oleh Allah SWT. Alam semesta, kehidupan dan manusia juga memiliki keteraturan yang luar biasa, yang tidak mungkin diatur oleh dirinya sendiri pasti di atur oleh sang khaliq yaitu Allah SWT. Oleh sebab itu Allah SWT tidak hanya sebatas sang pencipta tapi juga sang pengatur alam semesta, kehidupan, dan manusia. Yang menjadi pertanyaan kita sekarang apakah Indonesia atau negeri-negeri muslim lainnya mengunakan aturan-aturan Allah?. Jawabannya jelas TIDAK. Bisa kita liat pada tataran sosial kebanyakan orang berpikiran sekuler, pada tataran pendidikan pun sama yang paling menonjol adalah pemahaman-pemahana sekuler. Pada bidang ekonomi yang sangat jelas mengunakan sistem kapitalis sekuler selain itu juga hukum-hukum yang digunakan adalah sistem demokrasi (hukum ditangan manusia) bukan dari Allah SWT. Ibarat sebuah HP atau barang – barang elektronik lainnya kalau pengunaannya tidak sesuai dengan buku petunjuknya maka akan berakibat kerusakan. Begitu juga dengan tataran kehidupn sekarang, karena tidak mengunakan aturan yang benar dari yang Maha Benar maka yang terjadi adalah seperti sekarang.
Untuk mengatasi semua penyakit-penyakit sekarang hanya ada satu yaitu kembali kepada Islam. Tapi sebagian kalangan orang bilang, kita sekarang masih memeluk islam jadi mau kembali ke Islam mana lagi. Emang benar hari ini kita masih mengaku berislam, hanya saja aturan-aturan kehidupan sekarang islam hanya dijadikan sebatas spritualitas bukan sebagai aturan kehidupan. Dalam ranah individu untuk beribadah mengunakan islam tapi dalam ranah publik mereka tidak mengunakan sistem islam. Itu jelas-jelas sebuah kekeliruan karena Islam adalah sebuah mabda atau ideologi yang dimana mengatur semua aspek kehidupan. Oleh sebab itu kita kembali kepada islam secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek individu tetapi menyeluruh sampai dengan aspek publik (pendidikan, hukum, politik, ekonomi dan sebagainya). Untuk mewujudkan hal tersebut harus dengan penyatuan umat dalam sebuah institusi yang berasaskan islam dan hanya hukum-hukum islam yang menjadi sandaran dalam pengaturan kehidupan. Institusi negara tersebut adalah daulah Khilafah Islamiyah.
Untuk bisa sembuh dari penyakit jasmani saja kita berusaha sekeras mungkin untuk sembuh dan tidak tanggung-tangung untuk mengeluarkan uang yang banyak. Kalau ingin sembuh dari penyakit itu saja kita seperti itu bagaimana dengan penyakit umat yang sudah kronis seperti sekarang dan perlu pengobatan dengan cepat. Adapun langkahnya sangtlah jelas dengan apa yang telah di contohkan oleh Rasulullah SAW yaitu dengan aktivitas dakwah. Adapun aktivitas dakwahnya adalah dengan perubahan pemikiran umat yang dulunya penyembahan kepada makhluk (pengunaan hukum manusia) kepada penyembahan secara total kepada Allah SWT.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (TQS : Al Maidah : 50)

Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (TQS Ar Ra’d : 11)

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat.(TQS Al Baqarah : 85)
By : Ehend
Banjarmasin, 10 Pebruari 2011  08. 18 pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s