AKU MERINDUKANYA

Seperti biasa di siang hari, aku mulai dengan aktivitas untuk bekerja disalah satu rental komputer di dekat kampusku. Walaupun pekerjaannya sederhana dan gajinya hanya pas-pasan  tetapi bagi aku sangatlah membantu dalam biaya hidup dan kuliahku selain itu juga mengurangi hutang yang cukup memusingkan kepala hehe.  Beginilah kehidupan mahasiswa yang pas-pasan, udah bisa kuliah saja sangatlah bahagia rasanya.

Seperti biasanya ada anak kecil yang menghampiri dimana aku bekerja. Kalau saya perkirakan umurnya sekitar 10 tahunan atau mungkin anak-anak SD kelas 4 gitoe. Dengan pakaian kusam dan tidak layak pakai lagi bahkan dia berjalanpun tidak mengunakan alas kaki. Padahal yang dia lewati adalah hamparan aspal yang tengah diterpa panasnya matahari. Walaupun begitu dia tetaplah tersenyum dan semangat dengan apa yang dia lakukan. Di tegah terik panas matahari dia menyisir jalan untuk mendapatkan sebagian rejeki dari orang lain.

Seperti biasa dia datang menghampiri aku dengan berucap,” ka… sumbangannya”. Begitu katanya dengan muka yang penuh makna.

” Tunggu bentar ya..”kataku sambil mencari-cari dompetku berada.

” ka….. kalau 30rbu itu berarti tinggal 20rbu lagi untuk 50rbu loe ka”. Katanya tegas dan sambil tersenyum menghadap aku.

“iya….! sahut aku dengan sedikit penasaran lalu aku coba untuk bertanya,” emang kenapa ding???”

“Mau beli beras……” katanya sambil mengambil uang yang aku berikan dan lalu berlari ke jalan. Saat itu aku mulai tersentak terdiam dengan ucapannya tersebut. Dipikiran lain kembali terbayang kondisi si anak kecil yang tidur ditepi trotuar jalan beralaskan koran tanpa selimut saat aku pulang pada malam hari dengan sepeda kesayanganku. Sungguh sangat menyayat perasaan hati kita dikala melihat dan merasakannya. Kapan kondisi seperti ini berakhir.

Mungkin disaat kita membaca cerita tadi tidaklah bermakna apa-apa bagi kita dan mungkin tulisan ini tidaklah bisa mengubah kondisi mereka. Hanya saja coba kita sedikit berpikir padahal Rasulullah SAW pernah bersabda :

“orang muslim itu bagaikan satu orang (satu tubuh), jika ada bagian tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh terbawa ikut merasakan sakit dan tidak bisa tidur (terjaga)” (HR. Bukhari dan Muslim)

…….

Kejadian demi kejadian dari cerita tadi hanyalah sekelumit kecil dari kondisi umat hari ini. Masih banyak kondisi yang sangat memprihatinkan diberbagai belahan negeri muslim hari ini. Dimana Indonesia dan negara-negara muslim lainya bukanlah negara yang miskin akan sumber daya alam. Akan tetapi negeri yang memiliki sumber daya alam yang sangat lah luar biasa banyaknya. Hanya saja karena pengelolaan dan penerapan sistem yang salah sehingga kemiskinan, kelaparan, kriminalitas ada dimana-mana serta kemerosutan moral yang semakin bejat. Dikondisi seperti ini diperparah lagi oleh para penguasa-penguasa yang dalam kampanyenya untuk kepentingan rakyat tetapi malah banyak yang menjadi “maling” harta rakyat serta “pengkhianatan” kepada rakyat dengan menjual aset-aset kekayaan sumber daya alam kepada pengusaha-pengusaha asing.

Indonesia dengan kekayaan yang berlimpah, akan tetapi dirundung dengan kemiskinan yang berlimpah pula. Akibat dari kemiskinan tersebut yang ditambah dengan semakin sulit mendapatkan makanan dan tempat tinggal yang layak karena mahalnya sandang dan pangan yang terjadi adalah kasus kelaparan, busung lapar, bahkan sampai ada yang meninggal.

Karena kemiskinan pula tidak sedikit anak-anak yang harus terlantar sekolahnya karena mahalnya biaya sekolah. Mereka pun memilih untuk berkeliaran dijalan-jalan untuk membantu orang tuanya mengais rejeki dipinggiran jalan. Bahkan karena tidak punya tempat tinggal lagi mereka pun ada yang harus bertinggal dan bermalam dipinggir-pinggir jalan. Semua ini bisa terjadi dikarenakan penerapan sistem kapitalisme demokrasi dan tidak adanya penjaga umat yaitu sistem khilafah yang menerapkan syariah Islam secara kaffah.

Permasalahan ini secara langsung dan tidak langsung adalah tersistem sehingga solusi permasalahannya pun juga dengan sistem. Kalau kamu merasa senang dengan kondisi sekarang sehingga bisa melihat kemiskinan,busung lapar dan bertebarannya anak-anak yang tidak bisa sekolah, bertebarannya kemaksiatan dan kriminalitas maka pertahankan sistem demokrasi sekarang ini. Atau merasa bangga melihat para remaja melakukan perzinahan yang semakin meningkat tiap tahunnya yang siapa tahu mereka adalah sanak keluarga kita. Bahkan kamu senang melihat para remaja putri kita melakukan aborsi yang tiap tahunnya meningkat yang siapa tau suatu saat yang melakukan adalah sanak keluarga kita. Bahkan kamu sangat bangga dengan parampasan-perampasan sumber daya alam oleh pengusaha-pengusaha asing maka pertahankanlah sistem demokrasi hari ini.

Kita sebagai muslim sejati yang punya naluri untuk selalu berupaya menuju lebih baik dari sebelumnya. Sehingga sudah saatnya kita melakukan perubahan yang hakiki yaitu menganti sistem kapitalis demokrasi dengan syariah Islam dalam bingkai Khilafah.

Di tengah-tengah kalian terdapat masa kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada masa Khilâfah ’alâ minhâj al-nubuwwah. (HR Ahmad).

Banjarmasin, 16 Pebruari 2011, jam : 18:15

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s