makna hidup

Terpaan ombak dan guyuran air hujan seakan menyatu keadaan diperi yang aku tumpangi setiap hari sabtu. Dingin dari tadi menyengat tubuh juga mulai terasa semakin terasa tapi tetap ku tahan untuk menuju tempat tujuan. Belajar  dan mengajar itu tujuanku. Semangat ini tertanam bak layak prajurit Muhammad al Fatih yang akan menaklukkan kota konstantenopel. Pembebasan pemikiran itu tujuanku. Pemahaman ini menuntut untuk bergerak semenjak memahami arti hidup.

Hidup adalah sebuah urutan waktu yang berjalan dan setiap waktu yang dijalani memiliki peran perubahan terhadap kondisi yang kita alami. Buruk dan baik itu pilihan perubahannya. Setiap rangkaian hidup yang kita jalani adalah sebuah sejarah yang suatu saat akan tercatat di batu atau hanya di hamparan pasir. Bertahan kuat atau hilang tanpa bekas karena terpaan angin.

Memahami tujuan akan membuat jalan yang ditempuh akan terasa menyenangkan. Begitupula dalam menempuh kehidupan. Apa sich tujuan hidup kita??? Mencari harta sebanyak-banyaknya, mencari kekuasaan setingginya atau mencari wanita secantik-cantiknya. Apakah semua itu yang kita cari.

Melihat perjalanan yang semakin terus berjalan seakan memberi makna tertentu. Disaat bayi yang tidak terlalu besar yang suatu saat akan menjadi anak-anak. Setelah proses anak-anak akan berlanjut kepada kondisi remaja dan akan kita temui pula kondisi dewasa dan punya keluarga. Tidak beberapa lama akan terasa masa tua sampai akhirnya tingglalah nama saja. Ups… perlu di ingat kondisi tersebut tidak selamanya berjalan seperti tersebut, bisa saja beberapa tahapan tidaklah kita rasakan langsung kepada tahapan akhir saja. Tidaklah abadi hidup kita.

Itulah salah satu kelemahan akan makhluk yang diciptakan dan menandakan bahwa makhluk hanyalah ciptaan dan tidak kuasa mengatur. Ketergantungan akan sesuatu adalah juga karakter akan makhluk terutama manusia, dari bertahan hidup, melestarikan keturunan bahkan dengan semua aspek kehidupan tergantung dengan yang lain. Sedangkan sang pencipta tidak mungkin memiliki sifat makhluk yaitu terbatas, lemah dan tergantung. Oleh sebab itu sangatlah pantas jika yang menciptakan dan mengatur alam semesta, hidup dan manusia adalah Allah SWT. Sehingga sudah seharusnya kita sebagai makhlukNya hanya menjalankan akan aturan-aturan yang telah diperintahkanNya. Begitulah makna akan hidup kita sebagai makhluk yang tertuang dalam firmanNya.

“TidaklahKu Ciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepadaNya”.

Sangatlah jelas bahwa keberadaan kita di dunia yang hanya sementara ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Makna beribadah disini sangatlah luas sehingga kita jangan memaknai hanya setengah-setengah saja. Kita tetap shalat, puasa dibulan ramadhan, dan bayar zakat bahkan ada kemampuan bisa pergi kebaitullah menunaikan ibadah Haji, tetapi malah dalam sisi yang lain malah tidak mengunakan islam sebagai landasan berpikir dan bertindak kita. Orang seperti ini memiliki pemahaman sekuler yaitu memisahkan agama dengan kehidupan. Allah SWT melaknat orang menjadikan Islam cuman sebagian-sebagian saja dalam firmanNya :

“Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat.” (TQS Al Baqarah : 85)

Sebagai seorang muslim sudah sepantasnya menjadikan islam secara totalitas sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Sehingga menjalani hidup akan lebih bermakna dan tidak dalam keraguan didalamnya.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” ( TQS al Maidah : 3)

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (TQS Al Maidah : 50)

 

By : Ehend

Banjarmasin, 21 Pebruari 2011, 06:39 pagi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s