Menyambung Jejak

Plak…. penghapus papan tulis itu tergeletak dihadapan saya. Awalnya penghapus tersebut telah terbang secara melayang entah disengaja atau tidak dari seorang perempuan tersebut. Seketika itu saya terdiam dalam mulai terbawa arus perasaan baqo’, “ mungkin dia belum paham”, begitu gumamku dalam hati. Bisa jadi saya juga bukan orang yang pantas untuk dia hargai bahkan dihormati”, pikirku selebihnya. Setelah mulai tenang dan bisa mengendalikan gharizah baqa’, saya mulai menatap dia dan saya balas dengan senyuman saja, “orang akan berlaku baik kepada orang karena dia memahami apa yang dia lakukan adalah terbaik buat dia”, bicaraku sekenanya. Kalaupun di runut kata-kata saya tesebut seakan tidak ada makna tersendiri. Begitulah sekelumit aktivitas yang terjadi disebuah sekolah yang saya ajar sekarang. Untuk cerita selanjutnya akan kita baca setelah pesan-pesan berikut ini… tut.. tut..tut

…………….

Banyak cerita mungkin terjadi dalam kehidupan kita dari yang menyenangkan sampai dengan yang menyedihkan, dari yang biasa sampai dengan yang menyebalkan. Sebuah cerita kehidupan adalah sebuah rangkaian sejarah yang akan membawa kita kepada tempat yang di Impikan (surga) atau tempat yang kita tidak inginkan (neraka). Sehingga tidak salah bila ustadz solikhin abu izzudin dalam bukunya zero to hero menyebutkan bahwa waktu adalah momentum kita untuk berprestasi. Karena waktu orang bisa mendapatkan prestasi orang yang mulia dan bisa karena waktu pula orang bisa mendapatkan prestasi sebagai orang yang hina. Semua prestasi tersebut bisa saja kita dapatkan karena kita tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Waktu adalah pedang. Seketika saja bisa membuat kita bisa terluka dan seketika pula bisa membuat kita mulia.

Dalam cerita-cerita kehidupan kita penuh dengan tantangan dan cobaan. Semakin tinggi kita memanjat pohon maka semakin deras angin yang menerpa kita. Semakin berjalannya waktu tantangan kehidupan akan bertambah dan semakin komplek. Tidak sedikit hal tersebut membuat orang kalah dan mundur dari arena tantangan kehidupan dan hidup dalam kehinaan. Semua tersebut dikarenakan tidak bisa memanfaatkan waktu yang mereka miliki sehingga membuat mereka terluka dengan sendirinya.

Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda dan keberhasilan adalah awal dari kesuksesan. Semua itu dikarena bisa memanfaatkan waktu. Kegagalan akan menjadi peluang untuk menjadi lebih berhasil apabila kita bisa memahami makna kegagalan tersebut dan bisa memanfaakan peluang dengan belajar dari kegagalan. Orang yang berhasil pun belum tentu akan membuat dia sukses seterusnya apabila dia tidak memfaatkan waktu setelahnya dengan baik. Oleh sebab itu, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan kita untuk bisa menjadi sebuah kemuliaan dilain waktu berikutnya.

Allah SWT pun telah menasehati kita bahkan memberikan sebuah jalan bagaimana waktu kita bisa bermanfaat dan menghasilkan kemulian bagi yang melakoninya. Dalam firmannya :” Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (TQS Al Ashr : 1-3)

Nah sangat jelas sekali agar kita dalam kehidupan tidak dalam keadaan merugi (dalam kehinaan) yaitu degan beriman dengan sebenar-benarnya beriman, beramal shaleh (menjadikan dalam setiap aktivitas selalu mengacu kepada hukum-hukum syara’ dan dalam pelaksanaannya dengan ikhlas mengharap keridhaan Allah SWT semata) serta menjadikan dakwah sebagai poros hidup yaitu dengan nasehat menasehati dalam kebenaran (sistem Islam yang kaffah) serta dalam melaksanakan aktivitasnya penuh kesabaran dalam menjalankan ketaatan. Keyakinan janji Allah dan RasulNya adalah sumber kekuatan terbesar dalam melakoni aktivitas kehidupan.

Karena life is choice maka kitalah yang akan memilih arah kehidupan akan dibawa kemana apakah akan mengarah kepada sebuah kehinaan atau sebuah kemuliaan. Kalau saya memilih untuk bisa menjadi mulia disisi manusia dan mendapatkan keridhoan dari Allah SWT. Bagaimana dengan kamu??? Jawablah dengan ketulusan dan menjalankan dengan keistiqomahan.

Naah… mungkin setelah selesai membaca sedikit rangkaian kata-kata tadi, ada satu pertanyaan yang mungkin muncul dibenak kita semua termasuk penulis itu sendiri. Pertanyaannya adalah apa hubungannya antara judul, cerita awal dan penjelasan dibawahnya?????? Hehe

Wallahu’alam bissawab…

Banjarmasin, 7 Pebruari 2011

08.33 Pagi yang mendung.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s