Dakwah = Jalan Para Perindu Surga

Dakwah???

“Sesungguhnya saya memiliki jiwa perindu. Jiwa merindukan kepemimpinan maka saya mendapatkannya. Merindukan khilafah maka saya meraihnya. Dan sekarang jiwa ini merindukan surga” (Umar bin Abdul Aziz)

Umar bin abdul aziz adalah salah satu khalifah dan memiliki sejarah yang sangat luar biasa walaupun dalam waktu pemerintahan yang tidaklah lama. Dimasanya Islam terlihat sebagai tataran yang sangat luar biasa dan rahmattan lil alamin pun terwujud. Bayangkan saja dimasa itu tidak terdapat penerima zakat sehingga harus dialihkan untuk dana bagi siapa saja pemuda yang menginginkan nikah. Begitulah sedikit gambaran dimana kejayaan Islam terwujud dalam semua aspek.

Orag-orang yang merindukan tempat impian yaitu surga adalah orang-orang yang tergolong didalamnya para pengemban dakwah. Sesuai dengan janji Allah SWT : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar . merekalah orang-orang yang beruntung. ( TQS Ali Imran : 104). Makna menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar adalah aktivitas dakwah tersebut. Orang-orang yang melaksanakan aktivitas tersebut adalah orang-orang yang beruntung yaitu bahagia di dunia bahkan di akhirat kelak yang berada ditempat impian yaitu surga.

Adapun aktivitas dakwah tersebut dilakukan dengan hikmah yaitu hujah yang kuat (semua sumber dari hukum Syara’). Selain itu pun caranya juga dengan yang terbaik yaitu dengan perubahan pemikiran dari penghambaan kepada makhluk menuju kepada penghambaan kepada Allah SWT semata. Allah SWT pun telah menesehati kita dalam firmannya QS An Nahl : 125 “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”

Kenapa Berdakwah???

Dalam perkembangan zaman dan kemajuan teknologi seperti sekarang apakah perlu aktivitas dakwah tersebut. Dalam benak penulis ada 2 faktor kenapa kita tetap harus melakukan aktivitas tersebut bahkan adalah sebuh kewajiban setiap muslim baik yang kaya maupun yang miskin, baik yang tua maupun yang muda. Baik zaman dulu maupun zaman sekarang.

Faktor pertama adalah faktor aqidah. Islam telah diturunkan Allah SWT sebagai petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang batil. Selain itu diciptakannya manusia ke dunia adalah hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (TQS Az Zariyat : 56). Adapun beribadah kepada Allah adalah bentuk ketaatan kepada semua aturan-aturannya, sehingga apapun yang menjadi perintahNya adalah sebuah kewajiban yang harus dijalankan oleh hambaNya termasuk di dalamnya aktivitas dakwah.

Allah SWT memberikan status yang luar biasa kepada umat muslim, khairu ummah (umat terbaik). Untuk mendapat status tersebut ada beberapa syaratnya. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (TQS Ali Imran : 110). Kembali ayat tersebut menegaskan kepada kita bahwa perintah berdakwah juga akan menaikkan status kita sebagai umat terbaik di dunia.

Janji Allah bagaikan peneduh ditengah terik ujian dan tantangan dakwah.  Janji Rasulullah bagaikan mata air ditengah kekeringan harapan akan makian manusia. Keyakinan akan janji Allah dan RasulNya adalah inspirasi terbesar bagi setiap muslim yang merindukan kebangkitan Islam. Kebenaran Tak Pernah Bisu, kebenaran yang bisu bukanlah kebenaran. Sesungguhnya, kebenaran selalu menuntut penggenggamnya untuk selalu menebarkannya.

Faktor kedua adalah faktor realita. Sebuah kondisi dimana kita berada di dalamnya sehingga bisa merasakan sendiri permasalahan umat hari ini. Manusia tidak akan berpikir tentang perubahan kecuali jika dia merasakan, bahwa realita dimana dia hidup adalah realita buruk, rusak atau paling tidak, tidak sesuai dengan kehendaknya (menurut Ahmad ‘Ayid Athiyyah). Umat muslim yang mendominasi dunia tetapi seperti layaknya biuh dalam lautan. Bayak tetapi tidak memiliki kekuatan. Permasalahan demi permasalahan terus melanda bahkan pada waktu dulu tidak ada yang berani melakukan, hari ini pun terjadi.

Katanya umat muslim mayoritas dunia tetapi Rasulullah dihina hanya diam. Seakan jumlah bukanlah hal yang membuat takut para musuh-musuh Islam. Tahun 2005 lalu koran Jylland Posten Denmark menerbitkan karton-karton nabi Muhammad SAW. Dalam koran tersebut Rasulullah digambarkan membawa pedang dan menenteng bom. Tak berhenti disitu tahun 2006 kartun-kartun tersebut diterbitkan kembali oleh media massa norwegia. Bahkan karikatur tersebut muncul diberbagai media massa di Prancis. Selain itu dengan kebenciannya seorang anggota parlemen belanda yaitu Wilder membuat film Fitna yang menghina Islam dan RasulullahSAW. Seakan tidak ketinggalan, di Indoneisa pun di hebohkan dengan munculnya komik cabul yang menjadi perannya adalah Rasulullah di sebuah situs dunia maya. Adapun judul komik tersebut adalah “Muhammad dan Zainab dan “kartun Muhammad dengan budak”.

Katanya umat muslim terbanyak tetapi al qur’an bisa dilecehkan bahkan dicampakkan. Tidak hanya Rasulullah yang mudah dihina bahkan al qur’an pun dicampakkan. Kondisi ini pun ditemui di penjara Abu Ghuraib dan penjara Guatanamo disana al qur’an ditendang-tendang bahkan dirobek-robek untuk dijadikan alas bahkan untuk tempat perzinahan serta secara sengaja memasukkannya kedalam kloset WC. Film “submission” bikinan Theo Van Gogh menuduh al qur’an sebagai pendorong terjadinya kekacauan bahkan kitab yang membolehkan pemerkosaan terhadap seluruh keluarga. Upaya pembakaran terhadap al qur’an pun juga bisa kita temui pada waktu sekarang ini.

Katanya umat muslim terbanyak, tetapi pembantaian dan penyiksaan terhadap umat muslim bisa terjadi. Hujan peluru setiap saat bisa terjadi bagi mereka yang berada di palestina, afganistan dan beberapa negara muslim yang lain. Tidak sedikit yang harus kehilangan tempat tinggal atau anak oleh seorang ibu bahkan anak-anak bisa saja kehilangan orang tuanya. Padahal Rasulullah mengatakan bahwa setiap muslim adalah bersaudara, mereka bagaikan satu tubuh apabila bagian tubuh terluka maka bagian yang lain ikut merasakannya. Tapi nytanya….

Katanya umat muslim memiliki sumber daya alam berlimpah tapi ternyata kemiskinan melanda. Standar word bank mengatakan untuk standar sejahtera adalah penghasilan setiap harinya adalah 2 dolar perhari. Dengan standar tersebut maka penduduk yang miskin di Indonesia sekitar 60% dari penduduk Indonesia. Kemiskinan tersebut akan berdampak pada tataran sosial, seperti terjadinya kejahatan yang mengintai setiap waktu. Bahkan banyaknya anak-anak yang putus sekolah dikarenakan biaya pendidikan yang mahal di kal sel saja dalam kurun 2009-2010 hampir 3000 anak. Terus diperparah lagi dengan penguasa yang korup, Indonesia termasuk negara yang terkorup dengan “peringkat yang terbaik”.

Padahal Indonesia Areal hutan paling luas di dunia,Tanahnya subur, alamnya indah, potensi kekayaan laut luar biasa (ikan, udang, mutiara, minyak dan mineral lain), di darat terkandung barang tambang emas, nikel, timah, tembaga, batubara dan di bawah perut bumi tersimpan gas dan minyak yang cukup besar. Bahkan tidak hanya itu Indonesia adalah penghasil biji-bijian no 6 di dunia. beras no 3 di dunia setelah China & India, teh no 6 di dunia,  kopi no 4 di dunia serta karet alam no 2 di dunia setelah Thailand dan penghasil karet no  4 di dunia jika termasuk karet sintetis. Indonesia juga penghasil 9,5% produksi tembaga dunia, 40% produksi timah dunia no 2 dunia setelah China, 7% produksi nikel dunia, 5% produksi emas dunia dan Penghasil batubara yang volume ekspornya meliputi 18,75% ekspor batubara dunia. Tapi nyatanya masih banyak rakyat miskin bahkan negara masih punya milyaran hutang. Terus kemana kekayaan tersebut…

Katanya umat muslim adalah memerhatikan akhlak, tetapi aborsi dan free sexs ada dimana-mana. Bahkan Indonesia menjadi no 2 setelah Rusia dalam pornografi dan porno aksi. Kenapa bisa terjadi yaaaa???

 

Cinta adalah Ketaatan

Kita sering menemui saudara kita memuja dan mengidolakan seorang artis atau idola-idola yang lain. Mereka rela mengorbankan apa saja untuk bisa mendapatkan idolanya atau sekedar bertemu dengan mereka. Padahal Rasulullah pernah memberitahukan kepada kita bahwa “ seseorang bersama dengan orang yang dia cintai”. Menjadi pertanyaannya adalah apakah semua artis yang kita idolakan tersebut bisa menghantarkan kepada tempat impian kita (surga)?. Jelas jawabannya tidak. Terus kepada siapa yang pantas kita idolakan. Rasulullah pernah berkata “man ahya sunnati faqob habbani wa man ahabbani ma kaa na ma ifil jannah” (barang siapa yang mengikuti sunnahku berarti ia mencintaiku dan barang siapa yang mencintaiku maka ia membersamaiku di dalam jannah (surga)). Yang mengucapkan kalimat tersebut adalah Rasulullah, siapa yang berani untuk mendustakannya. Jelas setiap janji Rasulullah adalah sesuatu yang pasti adanya dan Allah melalui lisan RasulNya tidak pernah ingkar janji.

Bagaimana sich aktivitas Rasulullah selama hidupnya, jelas sekali adalah aktivitas yang setiap detiknya beribadah kepada Allah SWT serta selalu menyerukan kepada kebaikan serta tidak pernah takut akan mencegah dari pada kemungkaran. Semua aktivitas Rasulullah tidak pernah luput dari aktivitas dakwah maka bagi setiap muslim yang memilih untuk beraktivitas dakwah karena semata-mata ikhlas kerena Allah dan sesuai dengan tuntutan Rasulullah adalah sebuah pilihan yang cerdas dan bentuk cinta kita kepada Allah dan RasulNya.

Cinta adalah ketaatan. Bentuk kecintaan kita kepada Allah dan rasulNya adalah dengan selalu menjadikan bisyarah dan janjiNya dengan penuh keyakinan. Seyakin mentari selalu terbit dikala fajar telah menyingsing. Selain dengan keyakinan yang tak tergoyahkan juga diberangi dengan keikhlasan dalam melaksanakannya. Dikala Allah memerintahkan kita untuk shalat, puasa, bayar zakat bahkan naik haji bagi yang mampu kita pun juga seharusnya melaksanakan hukum-hukum yang lain seperti hukum qisas, hukum rajam, jihad, sistem pergaulan, perekonomian, politik bahkan pendidikan pun juga harus berstandar Islam. Semua itu akan terlaksana dengan penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai daulah Khilafah. Sehingga memperjuangkannya dalam aktivitas dakwah adalah sebuah kemulian dan begitulah seharusnya bagi kita para perindu surga.

Dakwah adalah pilihan cerdas

Dakwah adalah pilihan cerdas. Seperti halnya dalam surah Al Ashr 1-3, Allah memberi tahukan kepada kita bahwa semua manusia dalam keadaan yang sangat merugi. Tetapi Allah mengecualikan bagi orang-orang yang beriman secara totalitas kepada Allah SWT yang diaplikasikan dengan aktivitas beramal shaleh yaitu dengan nasehat menasehati dalam kebenaran dan sabar dalam menapaki kebenaran tersebut. Dakwah adalah pilihan orang-orang cerdas. Mereka cerdas memilih aktivitas yang akan menghantarkan mereka kepada kemulian serta kebahagian yang berujung kepada tempat yang di impikan. Surga.

Orang  cerdas adalah memiliki pola pikir serta pola sikap yang Islami. Karena manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT maka sudah sepantasnya menjadikan setiap aktivitas manusia selalu berstandar kepada Islam. Dengan menjadikan Islam sebagai qiyadah fikriyah maka setiap permasalahan selalu selesai dengan Islam. “Tidak beriman salah seorang diantara kamu sampai hawa nafsu (keinginannya) mengikuti (tunduk) terhadap apa yang aku bawa (Islam)” (Hadist).

Orang  cerdas adalah peka terhadap kondisi umat. “Setiap muslim adalah bersaudara. Mereka ibarat tubuh, apabila salah satu bagian yang lain sakit maka bagian yang lain pun ikut merasakan” sabda Rasulullah. Sehingga sudah seharusnya kita peka terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi hari ini. Serta berupaya sekuat tenaga menjadi bagian dalam upaya melanjutkan kembali kehidupan Islam.

Orang cerdas adalah berani berkorban dan tidak takut terkorban. Dalam sebuah perjuangan sudah dipastikan diperlukan pengorbanan bahkan bisa jadi akan banyak hal yang terkorban. Tetapi bagi para perindu surga semua itu bukanlah masalah besar bahkan apapun yang mereka punyai akan dikorbankan tanpa ragu-ragu. Para sahabat telah membuktikannya, mereka rela mengorbankan harta, tenaga bahkan jiwa mereka pun mereka korbankan untuk kemenangan Islam. Seakan terpatri dengan baik bagaimana kemuliaan para sahabat tersebut bisa kita liat bagaimana sesigap abu zhar al ghifari, setahan bilal bin rabbah, secerdas ali bin abi thalib, sekuat umar bin khatab, dan sedermawan abdurrahman bin auf serta seyakin abu bakar as sidiq.

Orang cerdas selalu beroreintasi kepada kebahagiaan hanya keridhaan Allah SWT. Kebahagian bukan karena mendapatkan harta yang berlimpah, bukan karena mendapatkan kekuasaan atau mendapatkan istri yang cantik tapi kebahagian adalah dikala setiap aktivitas kita di dunia diridhoi oleh Allah SWT. Aktivitas yang akan diridhoi oleh Allah SWT adalah aktivitas yang diperintahkan oleh Allah SWT terutama dalam aktivitas dakwah. Dalam kehidupan menjadikan hukum syara’ sebagai standar hidup. Dengan orientasi semata-mata karena Allah SWT maka yang lahir adalah sifat sabar dan bersyukur.

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (TQS Al Bayyinah : 8)

Segera dan Sendiri Mana Asyik

Dan bersegeralah kamu menuju ampunan Tuhanmu dan surga yang lebih luas daripada langit dan bumi. Yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.
(Ali Imron : 133).
Karakter para sahabat dan para perindu surga adalah bersegera dalam menjalankan kebenaran. Bagi mereka menunda sedikit saja adalah sebuah kerugian besar walaupun cuman disaat memakan kurma satu biji. Bahkan kenikmatan dunia tidak akan mengalihkan pandangan akan adanya seruan dari Allah SWT. Menjadikan aktivitas dakwah sebagai poros hidup adalah sebuah langkah yang sangat luar biasa dan jalannya para Nabi, sahabat, ulama dan para syuhada terdahulu.

Melanjutkan kehidupan Islam bukan hal yang kecil, karena yang dilakukan adalah perubahan yang tidak hanya dalam tataran sempit tapi tataran peradaban dunia. Sendiri mana asyik. Melakukan perubahan tersebut diharuskan secara berjama’ah. Adapun jama’ah/kelompok dakwah harus memiliki ciri khas yaitu perjuangan penerapan syariah Islam secara kaffah. Syariah Islam secara kaffah hanya akan terwujud dikala diterapkan dalam bingkai Khilafah

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar . merekalah orang-orang yang beruntung. ( TQS Ali Imran : 104).

ISLAM telah menyihir kepercayaan diriku

Membuat berani bermimpi dan

bercita-cita……

Bercita-cita akan bersama dengan orang yang dicintai…..

Rasulullah, Para Pejuang Islam, keluarga dan bidadari yang selalu bersama….

Bersama meniti jalan

Jalan yang berakhir pada tempat yang di impikan

SURGA……

Wallahu’alam Bishawab

Saudaramu ==> Mutiara Muslim 1988

Banajrmasin, 16 Maret 2011

(dikala kekegelapan malam mulai menyelimuti)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s