Ku Temukan Cahaya Itu Lagi

Kenapa Islam? Pertanyaan ini selalu menghantui benak pikiranku. Setiap melihat disekitarku hal sama ku temui baik muslim maupun nonmuslim, yang membedakan hanyalah kepada siapa yang disembah. Katanya menjadi seorang muslim adalah sebuah agunerah bahkan berkah  Dan dari sekian juta penduduk dunnia yang muslim, aku adalah bagian salah satunya. Tapi benarkah menjadi muslim adalah sebuah kebanggaan, toh sekarang yang sering melakukan korupsi diPemerintahan juga seorang muslim bahkan yang mencolong sendal dimasjid juga adalah orang muslim sendiri. Beginikah sifat seorang muslim. Bisa jadi karena orang tuaku seorang muslim maka akupun adalah seorang muslim. Iya juga pikirku. Terus orang yang lahir dari rahim seorang ibu yang bukan muslim, gimana? Kalau Islam adalah agama yang benar maka orang nonmuslim lahir ditempat rahim yang salah, Tuhan tidak adil… begitu ya, pikiranku berkecamuk bak suara ribuan nyamuk yang tidak jelas.

Aku adalah seorang laki-laki yang lahir disebuah desa yang cukup jauh dari pusat kota dan keluargaku adalah sebuah keluarga yang sederhana pula. Orang tuaku seperti halnya kebanyakan orang kampungku pekerjaan mereka adalah bekerja disawah. Walaupun desa kami jauh dari perkotaan tapi informasi udah mudah didapat bahkan budaya kota sudah menjamur didesaku. Bahkan artis-artis saja sangat mudah kutemui dan aku menyebutnya sebagai artis kedodoran. Udah item pake baju cuman setengah.. duuh orang utan dari mana lagi hehe. Aku adalah anak pertama dari 3 bersaudara dan sekarang aku sudah mengenyam pendidikan diperguruan tinggi disalah satu Universitaas di kotaku

Semenjak kecil aku sudah diajari orang tuaku tentang agama Islam tentang wajibnya shalat, membaca alqur’an dan perkara-perkara ibadah yang lain. tapi hatiku masih terasa hambar dan bahkan gusar apakah islam adalah agama yang diridhoi Tuhan. Masa Islam selalu dikaitkan dengan aksi teroris sich. Pikiran ini selalu menghantui bahkan seringkali timbul pertanyaan bagaimaa dengan agama yang lain. bagaimana ingin mengetahuinya, apakah perlu aku coba dulu… duch bimbang pikirku.

Tut… tut… tut… SMS pun masuk ke inboks HP ku, tanpa diperintah tangan ini pun merogohnya dan secepatnya aku membacanya

“Cyng… mlm nich malm minggu, kita nonton yoO???”. Rengek manja dari pacarku. Kami sudah lama menjalin hubungan ini semenjak sama-sama dibangku SMA.

Ok cyang.. nnti ulun jemput pyn.. Balasku. Setelah itu aku memulai aktivitas rutinku pergi kuliah dan aktivitas yang lain sehingga tidak terasa sudah sore. Bergegas aku mandi dan mau berangkat menjemput pacarku sesuai janjinya tadi.

Dengan semangat mengebu bertemu pujaan hati,tak terasa sampai juga didepan rumahnya.

Tok.. tok.. tok.. assalamualaikum…, ucapku..

Walaikumsalam, tunggu bentar ya…sayang, lagi memasang pakaian nich, terdengar suara lembut dari dalam. Dan tidak beberapa lama muncullah pujaan hatiku, sempat aku tertegun sebentar.

Yooo sayang kita berangkat, ucapnya sehingga menghilangkan lamunanku

Kemudian kami pun melaju dengan motorku itu, tangan wanita itu melingkar dipingangku dan dadanya bersandar dibagian pundaku. Untuk laki-laki normal pasti disaat seperti itu merasakan sebuah getaran yang luar biasa. bodoh juga sich wanita seperti ini, tuch belum tentu orang yang dipeluknya itu jadi pendamping hidupnya. Memang beginilah wanita murahan sekarang yang bisa awal dari menurut survei komnas anak 62,7% wanita remaja tidak perawan lagi tapi bagi aku waktu itu lagi mumpung ada kesempatan, tuch gratis juga kapan lagi hehe.

Begitulah aktivitas kami setiap malam minggu. Bila tidak menonton, keliling kota atau makan-makan.

….

Semakin kutelusuri hidup ini semakin terasa sebuah tujuan yang tidak ada arahnya. Kemana aku kelak ya…

bersambung……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s